Pemeriksaan Rutin Wajib Untuk Mobil Anda
April 06, 07 by hege
SEBELUM masalah timbul dan biaya perbaikan mobil membengkak, lebih baik
“rutin” mengecek kualitas dan kuantitas elemen-elemen yang menyusun mobil Anda. Tak usah menyuruh sopir atau pergi ke bengkel untuk yang satu ini. Anda bisa melakukannya di rumah dan kami yakin Anda bisa melakukannya sendiri, sekalipun Anda seorang wanita.
1. Cek Oli Mesin
- Cabut stik oli (oil dipstick). Bersihkan dengan tisu atau lap bersih lalu masukkan kembali. Cabut kembali dan perhatikan batas oli. Kalau batas oli berada di bawah garis normal, tambahkan dengan oli yang biasa Anda pakai. Bila dalam satu minggu Anda harus menambah satu liter oli, kemungkinan besar terjadi kebocoran. Jika sudah begini, sebaiknya segera periksa ke bengkel. Khawatir jika tidak disikapi mesin akan macet dan mogok mendadak.
2. Bersihkan Filter Udara
- Periksa dan bersihkan filter udara. Terlebih bila mobil sering melintas daerah yang berdebu.
- Saringan
udara berfungsi menyaring kotoran dan debu yang terbawa udara yang
diperlukan oleh ruang bakar. Untuk itulah peranti ini harus selalu bersih. Anda dapat membersihkannya sendiri setiap bulan dengan udara bertekanan atau mencucinya. Agar hemat, Anda bisa menggunakan sampo rambut yang biasa Anda pakai untuk membersihkannya.
- Lepaskan
saringan dari tempatnya. Bersihkan terlebih dahulu bagian luar saringan dengan kuas. Setelah itu semprotkan air yang telah dicampur sampo ke bagian kisi-kisi saringan. Diamkan beberapa saat. Selanjutnya bilas dengan menyemprotkan air bersih non-sampo ke bagian tadi. Ulangi beberapa kali sampai benar-benar bersih. Terakhir, keringkan dengan cara diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung.
- Ada baiknya cek juga filter bensin. Jika sudah kotor, kuraslah. Untuk filter bensin Anda bisa mengurasnya enam bulan sekali. Atau, jika sudah 30.000 km, ganti filter bensin dengan yang baru.
3. Periksa Minyak Rem dan Power Steering
- Risiko minyak rem habis, adalah rem blong. Sangat berbahaya bukan?
- Cek pula minyak power steering. Bila setir kemudi terasa berat dan tidak nyaman, berarti minyak hampir habis. Jangan sepelekan hal ini. Karena bila terlambat menambah hingga minyak telanjur habis, bisa menyebabkan pompa power steering rusak. Kalau pompa ini terlanjur rusak, biaya reparasinya akan sangat mahal.
4. Periksa Air Radiator
- Cek air persediaan radiator yang tersisa lewat indikator di reservoir. Bila kurang, tambahkan. Jangan sampai air habis. Jika penambahan air mencapai lebih dari satu liter, bisa jadi radiator bocor. Segera ke bengkel sebelum kerusakan semakin parah.
5. Cek Air Wiper dan Kualitas Karet Wiper
- Air wiper kerap luput dari perhatian pemilik mobil, sekalipun Anda sudah memiliki supir. Sering kita baru sadar kalau air wiper habis justru pada saat kita membutuhan dan memfungsikannya. Padahal saat itu, kaca sedang berlumur pasir dan debu. Jika hal ini sering terjadi, kualitas karet wiper akan cepat turun, kaca pun tergores.
- Untuk melakukan pengecekan kualitas karet wiper Anda bisa mendeteksinya lewat mengamati sapuan wiper. Bila hasil sapuan tak rata dan meninggalkan garis lengkung berarti wiper agak bengkok alias tidak menapak rata atau sejajar dengan kaca. Bila Anda sudah meratakan namun hasilnya tetap tak rata, boleh jadi karetnya sudah aus karena perubahan cuaca atau hal lain. Sebaiknya ganti karet wiper jika Anda menemui kasus seperti ini.
- Bila hasil sapuan meninggalkan tetesan air di permukaan, penyebabnya tentu karet yang sudah jelek. Dan, jika hasil sapuan meninggalkan bekas yang tak beraturan (sebagian rata dan sebagian tidak), dipastikan karet wiper rusak sebagian. Solusinya, untuk kedua masalah ini, Anda harus membeli karet wiper baru.
6. Periksa Kinerja Lampu-lampu
- Periksa kinerja lampu dekat, lampu jauh, lampu sein, maupun lampu hazard Pastikan semua lampu berfungsi baik.
- Cek juga lampu interior dan lampu indikator.
- Sebaiknya, Anda mulai membiasakan membawa bohlam dan sekring cadangan di mobil.
- Perhatikan setelan arah sorot lampu. Jangan sampai sorot lampu terlalu ke atas dan mencong ke salah satu arah, baik ke kiri dan ke kanan. Setelan yang terlalu tinggi dan mengarah ke kanan dapat mengganggu pengemudi mobil lain dari arah berlawanan dan hal ini sangat berbahaya.
- Perhatikan kedip lampu, utamanya pada lampu sein. Jika berkedip terlalu cepat atau terlalu lambat kemungkinan disebabkan putusnya salah satu bohlam.
7. Tekanan Angin
- Tekanan angin ideal, rujukan pabrikan berkisar antara 28 psi (depan) sampa dengan 33 (belakang).
- Tekanan angin ban yang di bawah standar di samping akan mengurangi kenyamanan, bila dalam kecepatan tinggi akan menyebabkan panas dan dapat mengakibatkan ban pecah.
- Sebaiknya, lakukan pengecekan tekanan angin ban pada pagi hari. Pasalnya pada pagi hari fisik ban belum panas dan mengembang. Selain itu, suhu udara di dalam ban ideal karena masih merupakan suhu kamar.
8. Permukaan Ban
- Memeriksa ban bagian depan dan belakang secara berkala guna mengetahui terjadi-tidaknya keausan (botak) yang tidak merata, adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Jika keausan tidak merata, Anda mesti segera ke jasa spooring (pelurusan ban) langganan Anda. Masalah yang umumnya timbul akibat ban tidak lurus, adalah stir akan “lari” ke arah samping kendaraan akibat dari berlebihnya sudut dorong. Akhirnya Anda akan kerepotan mengarahkan setir untuk meluruskan arah kendaraan.
- Untuk menghindari keausan tidak merata, Anda perlu menitipkan pesan kepada bengkel langganan untuk merotasi posisi ban mobil. Rotasi ban perlu dilakukan, terutama jika mobil telah mencapai 7.500 Km sampai 10.000 Km. Sistem rotasi ban bermacam-macam. Di antaranya sistem berputar maju, yakni bisa dimulai dari roda depan kiri ditukar dengan roda depan kanan, dan depan kanan pindah ke belakang kanan.
- Sistem lainnya, adalah sistem garis diagonal. Sistem ini menukar roda depan kiri dengan belakang kanan dan sebaliknya. Lalu ban serep menggantikan salah satu roda belakang. Dan, terakhir ada yang disebut sistem segaris. Sistem ini menukar roda kanan depan dengan kiri depan. Begitu pula yang bagian belakang.
- Perhatikan kembangannya. Biasanya di sela-sela kembangan terselip batu-batu kecil yang bukan tidak mungkin bisa merusak lapisan luar ban; Sobek bahkan bocor. Jika terdapat batu yang menyelip, Anda bisa mencongkelnya dengan obeng kecil. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai melukai lapisan luar ban.
9. Perhatikan Ruang Mesin
- Pastikan ruang mesin kering dan bersih. Jika ada bagian yang basah bukan berasal dari air bekas mencuci mobil yang belum kering, hujan, atau kecipratan air genangan, berarti Anda mesti memberikan perhatian lebih serius terhadap masalah ini.
- Karter atau bak oli rentan bocor. Biasanya hal itu diakibatkan packing yang pecah, sobek, atau merembes. Jika Anda menemui kondisi seputar karter oli yang basah, sebaiknya segera tancap gas ke bengkel terdekat guna memastikan sumber masalah dan memperbaikinya.
- Mengingat musim hujan tahun ini agak panjang, jangan lupa perhatikan komponen-komponen yang rentan air. Jadi, demi menghindari biaya perbaikan dan pergantian komponen yang mahal, hindari genangan air (banjir) yang dalam demi menjaga stamina komponen, seperti aki, koil, platina, busi, distributor, air intake, dan filter udara.
- Sebagai informasi saja, jika aki terkena air, dapat menyebabkan disfungsi sistem elektronik pada mobil. Sedangkan jika koil terkena air, mesin akan tersendat-sendat dan bisa mati. Lalu, busi jika basah akan mengalami hal yang sama dengan jika koil basah.
10. Periksa Tali Kipas
- Jangan lupa untuk mengecek kekencangan tali kipas. Perhatikan kerusakan yang mungkin ada, seperti retak atau kering. Jika tali kipas putus, tentu akan menyebabkan kerja radiator berat, karena tidak terbantu oleh fungsi kipas, dan mesin pun akan mudah overheated.
11. Periksa Kondisi Aki
- Pastikan jumlah air aki tidak berkurang alias selalu dalam batas level yang ditentukan (tanda plus). Bagi sebagian orang membaca level indikator air aki agak sulit. Agar mudah, gunakan senter dan sorotkan cahayanya ke bagian belakang aki. Tambahkan air aki bila kurang.
- Terminal aki jangan sampai kotor. Jika kotor, bersihkan dengan sikat kawat atau siram dengan air panas. Jangan lupa, oleskan gemuk sedikit agar terminal tidak mudah kotor, berjamur, dan menimbulkan kerak. Bila tidak terlalu kotor, Anda cukup menyingkirkan debu yang melekat di tubuh aki dengan kuas.
- Kabel aki mesti terpasang dengan baik jangan sampai kendur. Jika kendur dapat menyebabkan aliran setrum ke aki tidak sempurna, timbul panas pada terminal aki, dan kabel bisa terbakar.
Source: mobilmotor.co.id
No comments yet.